Penyakit flu burung belum reda, sekarang tambah heboh dengan adanya flu babi yang mematikan dan telah menyebar di 20 negara dengan ditemukan sekitar 1.000 kasus. Pusat penyebaran adalah Meksiko dimana ada 590 orang yang terinfeksi dan 25 orang meninggal dunia.
Menurut Prof. Widya Asmara, ahli virologi UGM, yang dimuat di Harian Jogja 2 Mei 2009, pemberian istilah flu babi untuk virus H1N1 dinilai salah kaprah karena babi bukan tempat pertama munculnya virus. Virus tersebut merupakan koalisi antara virus H1N1 pada manusia, babi dan unggas, sehingga lebih tepat dinamakan flu Meksiko. Sebetulnya flu tersebut pernah menjadi wabah pada tahun 1819, yang disebut dengan flu Spanyol.
Disampaikan oleh Kepala Laboratorium Flu Unggas Unair, CA Nidom kepada Harian Kompas, bahwa flu babi sudah ada di Indonesia sejak dulu, namun tidak ganas. Hampir dapat dipastikan flu babi di Meksiko keganasannya masih di bawah flu burung yang pernah mewabah di Indonesia.
Penularan diperkirakan seperti flu biasa, dari manusia ke manusia melalui batuk dan bersin. Gejala flu babi hampir sama dengan flu biasa: demam, bersin-bersin, batuk, sakit kepala, bedanya: bisa bertambah parah dan mematikan.
Amankah makan daging babi? Tidak ada bukti penularan lewat konsumsi daging binatang yang terjangkit, namun daging tersebut harus betul-betul dimasak matang. Suhu 70°c akan membunuh virus tersebut.
Obat antivirus oseltamivir, yang digunakan untuk flu burung, sejauh ini masih efektif melawan serangan flu babi, terutama jika diberikan pada tahap awal penyakit sebelum terjadi kerusakan pada sel paru-paru.
Kita harus berhati-hati namun jangan panik, lebih baik melakukan pencegahan:
- Menghindari menyentuh mata, hidung, dan mulut karena virus dapat masuk lewat bagian tersebut
- Menutup hidung dan mulut saat batuk/bersin
- Membuang tissue ke tempat sampah setelah digunakan
- Mencuci tangan dengan sabun setelah batuk atau bersin
- Menghindari kontak dengan orang yang sakit flu
- Jika sakit segera berobat ke dokter, dan jangan mengunjungi tempat-tempat umum agar tidak menular kepada orang lain
- Jaga kebugaran tubuh dengan mengkonsumsi obat boosting imunologik tubuh seperti Imbost, Ezyguard (untuk dewasa), dll
- Proza, Eftian, dll (untuk anak-anak)
Artikel oleh Dr. Martha Handoko - Jogjakarta
Semoga artikel ini dapat bermanfaat.







Flu Babi toh.. Indonesia udah pada waspada.. he3x..
Gimana kabarnya? Masih di lumajang??
To Fendy Chandra, Sudah Balik di Jogja ya semoga Flu Babi bisa diatasi pemerintah Indonesia… Merdeka!!!