Wah udah lama ya aku gak update blogku. Sekarang aku datang lagi dengan cerita seru tentang kereta api.
Kali ini liputan tentang jalan - jalan ke Stasiun Tugu Jogjakarta. Hobiku yang satu ini memang kata orang agak aneh “uwong kok senenge sepur” itu kata salah satu temanku dengan bahasa jawa yang artinya “orang kok senangnya / hobinya kereta api”. Memang dari kecil aku sering pergi ke stasiun kereta api di kota kelahiranku Lumajang (Jawa Timur), dan sampai saat ini masih suka nongkrong di stasiun bahkan sampai 2 jam hanya mengamati kereta api yang sedang lewat. Hobi yang aneh…….
Pergi ke stasiun bagiku adalah mengenang masa kecil sekaligus refreshing dan hobi. Sayang stasiun Lumajang sudah tidak aktif lagi, tapi ada satu keinginanku yang belum kesampaian sampai saat ini yaitu meliput semua jalur kereta api dan stasiun di kabupaten Lumajang yang sudah tidak aktif lagi. Kapan ya……?

Loko uap beneran ?
Kembali ke Stasiun Tugu, Stasiun Tugu pertama kali dioperasikan tanggal 2 Mei 1887 pada awalnya hanya diperuntukan untuk angkutan hasil bumi dan perkebunan di Jawa, baru pada tanggal 1 Februari 1905 Stasiun Tugu resmi diperuntukan untuk transit kereta penumpang (sumber : Majalah KA Oktober 2007).

Stasioen Toegoe tahoen 1890
Di Stasiun Tugu ini memiliki Dipo Lokomotif yang letaknya di belakang stasiun. Waktu aku ke sana ada beberapa lokomotif yang lagi persiapan sebelum bertugas menarik gerbong. Yang menarik di dekat dipo diletakkan semacam monumen kereta uap, cuma saya penasaran apakah itu benar - benar loko uap beneran yang dulu pernah jalan atau bukan karena tidak ada keterangannya tetapi bentuknya hampir mirip dengan monumen loko uap di depan kantor PT. KA Daop 6 Yogyakarta.

Dipo depan

Dipo Belakang
Yang berkesan saat aku berkunjung ke stasiun ini adalah bentuk bangunan yang masih sama dari pertama dibangun, meskipun seiring berjalannya waktu sudah ada tambahan bangunan baru di depan stasiun tetapi tidak mengurangi nilai sejarahnya. Berikut hasil jepretanku di stasiun Tugu :

CC 204 06 sedang menuju Dipo Lokomotif

CC 203 02 sedang keluar dari Dipo

Rangkaian KA BBM yang ditarik double traksi/ double Lokomotif

KA Prameks akan masuk stasiun







wah,penyuka kereta juga ya pak….
memang,moda transportasi yang satu ini takkan lekang oleh waktu
Pak..kalo treking jalur mati Lumajang woro-woro ngge..
Saya juga berharap jalur di Lumajang dapat diaktifkan kembali..
wah,kemarin saya liat ada bekas trek ke arah semarang dari belakang dipo tugu.sayang trek tersebut almarhum
To Isnan : Iya itu pak, dari kecil memang sudah suka dan berlanjut sampai sekarang. Senang kalau bisa bertemu dengan sesama penghobi kereta api.
To Fan: Iya Pak, saya juga mengharapkan jalur Klakah - Lumajang - Pasirian dihidupkan kembali. entah kapan ? Nanti kalau mau tracking jalur Lumajang ntar saya kabarin. Omong - omong Bapak orang Lumajang juga?
To Jerry: Rencananya Jalur mati Yogyakarta - Magelang mau dihidupkan kembali, tapi kabar terbaru yang saya dengar tidak jadi karena biayanya terlalu mahal. Sayang…..